iNews Aceh – Sejumlah mahasiswa menggelar aksi desakan kepada Polisi Militer TNI di Meulaboh agar mengadili secara tegas dua oknum Tentara Nasional Indonesia yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang siswa SMA. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus tuntutan keadilan atas dugaan tindak kekerasan yang menimpa pelajar tersebut.
Para mahasiswa menilai, kasus kekerasan yang melibatkan aparat bersenjata terhadap warga sipil, terlebih pelajar, tidak boleh ditangani setengah hati dan harus diproses secara transparan sesuai hukum yang berlaku.
Aksi Mahasiswa Tuntut Penegakan Hukum Tegas
Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah poster dan spanduk berisi tuntutan agar aparat penegak hukum militer bertindak tegas tanpa pandang bulu. Mereka mendesak Polisi Militer Meulaboh segera menuntaskan proses hukum terhadap dua oknum TNI yang diduga melakukan pengeroyokan.
“Siapa pun pelakunya harus diproses hukum. Kekerasan terhadap pelajar adalah pelanggaran serius dan mencederai rasa keadilan,” teriak salah satu orator dalam aksi tersebut.
Mahasiswa menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas justru penting untuk menjaga marwah institusi TNI di mata masyarakat.
Dugaan Pengeroyokan terhadap Siswa SMA
Berdasarkan informasi yang beredar, korban merupakan seorang siswa SMA yang diduga mengalami pengeroyokan oleh dua oknum anggota TNI. Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama mahasiswa dan aktivis, yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Baca juga: Pemuda laporkan pemukulan oleh dua oknum TNI ke Denpom Meulaboh, ini kasusnya
Desakan Proses Hukum Transparan dan Terbuka
Mahasiswa mendesak agar proses penanganan perkara dilakukan secara terbuka dan akuntabel, mulai dari pemeriksaan saksi hingga penjatuhan sanksi terhadap pelaku jika terbukti bersalah. Mereka juga meminta agar hasil proses hukum disampaikan secara jelas kepada publik untuk menghindari spekulasi dan ketidakpercayaan masyarakat.
“Transparansi penting agar publik tahu bahwa hukum benar-benar ditegakkan, bukan ditutup-tutupi,” ujar perwakilan mahasiswa lainnya.
Polisi Militer Diminta Bertindak Profesional
Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta Polisi Militer Meulaboh menjalankan tugas secara profesional dan independen. Mereka berharap aparat penegak hukum militer dapat memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus menjadi contoh bahwa institusi TNI tidak mentoleransi tindakan kekerasan oleh anggotanya.
Mahasiswa juga mengingatkan bahwa ketegasan dalam penanganan kasus ini akan menjadi tolok ukur komitmen aparat dalam melindungi warga sipil.
Harapan Jaga Kepercayaan Publik
Kasus ini dinilai menjadi ujian bagi aparat penegak hukum militer dalam menjaga kepercayaan publik. Mahasiswa berharap penanganan yang adil dan transparan dapat memulihkan rasa keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
“Penegakan hukum yang adil adalah kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara,” pungkas salah satu mahasiswa.