Banda Aceh – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Banda Aceh, Cut Rezky Handayani, menekankan pentingnya deteksi dini kesehatan anak sebagai langkah strategis untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh. Hal ini disampaikannya dalam sebuah kegiatan edukatif yang melibatkan para guru PAUD, orang tua murid, serta tenaga kesehatan setempat.
Menurut Cut Rezky, masa kanak-kanak merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan masa depan anak. Oleh karena itu, upaya pemantauan kesehatan sejak dini harus menjadi perhatian utama semua pihak, terutama dalam lingkungan pendidikan usia dini.
“Kesehatan anak adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang yang optimal. Deteksi dini gangguan kesehatan, seperti stunting, anemia, gangguan tumbuh kembang, bahkan kondisi psikologis, harus menjadi agenda bersama antara keluarga, pendidik, dan tenaga medis,” ujar Cut Rezky dalam sambutannya.
Kerja Sama Lintas Sektor Sangat Dibutuhkan
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, guru PAUD, hingga kader Posyandu untuk memperkuat kolaborasi. Pemerintah Kota Banda Aceh, kata dia, terus mendorong integrasi layanan kesehatan dengan satuan pendidikan anak usia dini melalui program-program seperti skrining kesehatan, imunisasi lengkap, hingga pemberian makanan tambahan bergizi.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu sinergi yang kuat agar anak-anak kita mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai dan berkelanjutan, bahkan sejak mereka belum masuk sekolah formal,” jelasnya.

Baca juga: Opang yang Turunkan Ibu Bawa Bayi di Stasiun Tigaraksa Jadi Tersangka
Kesehatan Mental Anak Juga Perlu Diperhatikan
Selain aspek fisik, Cut Rezky juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak usia dini. Ia menegaskan bahwa kondisi psikologis anak, seperti rasa aman, kasih sayang, dan lingkungan yang suportif, sangat memengaruhi tumbuh kembang mereka.
Bunda PAUD Kota Banda Aceh ini berharap, para pendidik dan orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, terutama yang menunjukkan tanda-tanda stres, kecemasan, atau kurang percaya diri.
“Kita harus peka. Anak yang pendiam mendadak, takut berinteraksi, atau menunjukkan perilaku agresif bisa jadi sedang mengalami tekanan yang tidak mereka pahami. Di sinilah peran guru dan orang tua sangat penting,” tambahnya.
Peran PAUD Sebagai Garda Terdepan
Lembaga PAUD bukan hanya tempat bermain dan belajar, tapi juga menjadi tempat pertama dalam mendeteksi dan menanggapi berbagai persoalan kesehatan anak.
Pemkot Banda Aceh pun terus memperkuat kapasitas guru PAUD melalui pelatihan dan pendampingan agar mereka siap menjadi ujung tombak perlindungan anak usia dini.
Ajakan untuk Rutin Periksa Kesehatan Anak
Menutup arahannya, Cut Rezky mengajak semua orang tua untuk tidak menunggu sakit baru berobat. Sebaliknya, ia mengingatkan agar membawa anak secara berkala untuk diperiksa kesehatannya, baik ke Posyandu, Puskesmas, maupun layanan kesehatan lainnya.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Mari bersama-sama kita jaga generasi Banda Aceh agar tumbuh sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan,” pungkasnya.
Penutup
Dengan sinergi antar-sektor dan kepedulian semua pihak, masa depan generasi muda yang sehat dan berdaya saing bukanlah mimpi belaka.











