Demo Pecah Demonstrasi Memanas di Tengah Gencatan Senjata: Ribuan Warga Iran Turun ke Jalan
INews Aceh Demo Pecah Di tengah gencatan senjata yang mulai digelar antara Iran dan Israel, ribuan warga Tehran justru memilih untuk turun ke jalan, mengecam Israel dan menyatakan dukungan penuh terhadap militer Iran. Aksi ini bukan hanya terjadi di ibukota, namun meluas ke berbagai kota lain serta kawasan regional.
Demo Pecah Sorak-Sorai “Perlawanan”
Massa berkumpul sejak pagi di Bundaran Enghelab, membawa bendera Iran, spanduk perlawanan, serta foto-foto komandan Garda Revolusi Iran (IRGC). Dengan semangat suara lantang mereka meneriakkan slogan seperti “Matilah Israel”, “Balas Dendam Harus Dituntaskan”, dan “Kemenangan Milik Perlawanan”. Unjuk rasa ini menurut Tasnim News Agency mencerminkan solidaritas rakyat terhadap tentara mereka dalam konflik dengan rezim Zionis.

Baca Juga: Tim Sepakbola SMPN 15 Kota Tangsel Juara Liga Pelajar
Media pemerintah menggambarkan aksi ini sebagai bukti bahwa masyarakat masih menganggap konflik militer dengan Israel sebagai sesuatu yang sah dan perlu dilanjutkan—meski telah ada perjanjian gencatan senjata. Menurut IRNA, pemuka agama dan tokoh negara hadir sebagai simbol legitimasi rakyat. Aksi serupa juga tercatat di Mashhad, Isfahan, Shiraz, serta di kota-kota regional lainnya
Gelombang Solidaritas di Kawasan Sekutu
Tidak tanggung-tanggung, dukungan juga muncul dari negara-negara sekutu Iran. Di Lebanon, Suriah, dan Irak ratusan ribu warga mengekor demonstrasi serupa setelah salat Jumat. Massa pro-Iran bahkan membakar bendera Israel dan Amerika, serta membawa bendera Hezbollah saat aksi di Beirut dan Baghdad .
Warga Iran: Antara Kawalan dan Kerisauan
“In Iran, protests for Palestine are government organized… attending such an event is a signifier that a person is a supporter of the Islamic Republic,” tulis sumber di Reddit Artinya, meskipun massa ramai, elemen pro-rezim menjadi poros utama.
Simpan Ketegangan di Tengah Larangan Protes Anti-Rezim
Protes seperti ‘Death to Khamenei’ juga sempat terdengar di beberapa lingkungan, mencerminkan rasa friksi internal. Slogan ini, yang pernah muncul tahun 2009, kini kembali bersuara dari balkon dan jendela warga Tehran yang kecewa
-
Legitimasi Rezim: Aksi ini berfungsi menyampaikan bahwa pemerintah memiliki dukungan sekaligus mampu menggerakkan massa.
-
Pesan Diplomatik: Iran menunjukkan kekompakan di mata internasional—bahwa gencatan senjata bukan berarti mundur dari konfrontasi.
Demo Pecah: Solidaritas atau Kendali?
Aksi jalanan masif seperti ini adalah pedang bermata dua. Bagi pemerintah Iran, ini menjadi simbol kekuatan dan kesatuan politik. Namun bagi rakyat, seberapa dalam kecaman ini berasal dari kepedulian autentik, bukan tekanan rezim? Dan apakah kelak ada ruang bagi warga yang menuntut perubahan internal jika ketegangan terus meningkat?
Aksi di jalan yang bergelora ini tidak sekadar menyuarakan kemarahan terhadap Israel, tapi juga menuangkan kerinduan rakyat akan keamanan, legitimitas politik, dan—meski jarang terdengar—suara untuk reformasi di tengah militerisasi yang semakin menguat.











