Pidie, Aceh – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Pidie, Aceh, setelah enam orang santri dilaporkan tenggelam saat berwisata di sebuah sungai pada Kamis (21/8/2025) sore. Kejadian ini mengundang duka mendalam sekaligus menjadi peringatan penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan perairan.
Kronologi Kejadian
Informasi yang dihimpun, rombongan santri dari salah satu dayah di Pidie memanfaatkan waktu luang untuk berlibur ke sungai yang terletak tidak jauh dari permukiman warga. Awalnya, mereka hanya bermain air di tepi sungai. Namun, arus deras diduga tiba-tiba menyeret enam santri ke bagian tengah.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan. Beberapa berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara beberapa lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan BPBD Pidie, TNI, Polri, serta relawan SAR.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Hingga Jumat pagi, tim penyelamat masih menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet, alat selam, dan peralatan pencarian lainnya. Kepala BPBD Pidie, Tgk. Nasruddin, mengatakan bahwa operasi pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan unsur pemerintah daerah serta masyarakat sekitar.
“Kami sudah menurunkan tim sejak kemarin sore. Namun karena kondisi arus cukup deras dan pencahayaan terbatas, pencarian sempat dihentikan dan dilanjutkan kembali pagi ini,” jelasnya.

Baca juga: Ribuan Pegawai Non-ASN Datangi Kantor Bupati Aceh Utara
Peringatan dan Imbauan Keselamatan
Menyikapi insiden ini, Bupati Pidie, Said Abu Bakar Aiyub, menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga korban. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berwisata di sungai, terutama di musim hujan yang kerap membuat arus deras dan sulit diprediksi.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kegiatan rekreasi yang seharusnya membawa kegembiraan justru berakhir duka. Kami imbau warga untuk selalu memperhatikan kondisi sungai, tidak berenang di lokasi yang berbahaya, dan mengawasi anak-anak secara ketat,” tegas Bupati.
Sungai Masih Jadi Magnet Wisata Warga
Sungai di Pidie memang sering menjadi pilihan warga untuk berekreasi, khususnya saat akhir pekan. Dengan suasana alam yang sejuk dan akses yang mudah, banyak keluarga maupun kelompok remaja memilih sungai sebagai destinasi.
Namun, pakar kebencanaan dari Universitas Syiah Kuala, Dr. Zulfikar, mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan potensi bahaya. “Arus bawah sungai bisa sangat kuat meskipun di permukaan terlihat tenang. Hal ini sering tidak disadari oleh pengunjung, terutama anak-anak,” jelasnya.
Harapan untuk Evaluasi dan Edukasi
Tragedi ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan pengelola wisata alam untuk memperketat standar keselamatan, misalnya dengan pemasangan tanda peringatan, penyediaan pelampung, dan pengawasan petugas di titik-titik rawan.
Salah seorang tokoh masyarakat, Tgk. Hanafiah, menekankan pentingnya edukasi kepada santri maupun pelajar sebelum berwisata. “Mereka harus dibekali pengetahuan dasar tentang keselamatan di air. Ini sama pentingnya dengan pendidikan formal di sekolah,” ujarnya.
Penutup
Kejadian tenggelamnya enam santri di Pidie menjadi pengingat pahit akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sungai. Selain upaya pencarian yang terus dilakukan, pemerintah dan masyarakat diharapkan bisa bersinergi mencegah agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.











