1: Jasad Juliana Marins Tiba di Brasil, Autopsi Kedua Digelar atas Permintaan Keluarga
INews Aceh Jasad Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang tewas di Gunung Rinjani, NTB, telah tiba di Brasil pada Selasa (1/7/2025) malam. Jenazah disambut oleh keluarga dengan pengamanan ketat dan langsung dibawa ke Institut Medis Hukum Afrânio Peixoto untuk menjalani autopsi kedua.
Meski autopsi pertama telah dilakukan di Bali dan menyimpulkan penyebab kematian akibat luka fisik serius akibat jatuh, keluarga Marins tetap meminta pemeriksaan ulang. Pengacara keluarga, Taísa Queiroz, menyebut masih ada ketidakjelasan mengenai kronologi dan lokasi pasti kematian.
2: Pemerintah Brasil Siap Bawa Kasus Juliana Marins ke Pengadilan Internasional
Brasília – Meninggalnya Juliana Marins, wisatawan asal Brasil, di Gunung Rinjani, NTB, telah memicu reaksi keras di dalam negeri.
Kementerian Luar Negeri Brasil tengah mengumpulkan data dan berkoordinasi dengan otoritas Indonesia. “Kami menuntut transparansi penuh. Jika perlu, kami akan melibatkan Mahkamah Internasional atau Komisi HAM PBB,” ujar juru bicara Kemenlu Brasil.

Baca Juga: Israel Langgar Gencatan, Serang Lebanon Selatan Targetkan Panglima Hizbullah
Namun pertanyaan besar masih menyelimuti. Keluarga mempertanyakan waktu kematian dan dugaan kurangnya penanganan darurat saat insiden terjadi. Brasil kini bersiap mengambil langkah hukum internasional bila perlu.
4: Otopsi Ulang di Brasil, Harapan Terakhir Ungkap Kebenaran Kasus
Hasil autopsi di Bali menyebut korban meninggal karena trauma akibat jatuh, namun bertahan hidup 20 menit sebelum akhirnya meninggal dunia. Hal ini justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan bagi pihak keluarga.
5: Sorotan Global atas Kasus NTB Jadi Pusat Perhatian Internasional
Lombok – Gunung Rinjani kembali jadi perhatian dunia, bukan karena keindahan alamnya, melainkan karena tragedi yang menimpa wisatawan asing asal Brasil, Juliana Marins. Kematiannya kini menjadi sorotan global karena keluarga dan pemerintah Brasil mempertanyakan kronologi serta penanganan evakuasi oleh pihak terkait.
“Jika kami menemukan ada pelanggaran terhadap keselamatan wisatawan, maka kami tak segan membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional,” ujar perwakilan parlemen Brasil.





