1. KMP Tunu Pratama Jaya Evakuasi Panjang di Selat Bali: ASDP dan Basarnas Tanggapi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya
INews Aceh KMP Tunu Pratama Jaya PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan operasi evakuasi terhadap korban tenggelamnya terus berjalan intensif sejak kapal tersebut dinyatakan karam Rabu malam. Korporasi, melalui Corporate Secretary Shelvy Arifin, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya Basarnas dan KSOP Tanjung Wangi yang kini memimpin tim SAR gabungan.
2. Kronologi Detik-detik Tenggelamnya dan Respons Cepat Basarnas
yang berangkat pukul 22.56 WIB dari Ketapang ke Gilimanuk dilaporkan blackout pukul 23.35 WIB sebelum terbalik dan hanyut ke koordinat −08°09.371′, 114°25.1569′. Insiden ini terjadi hanya 40 menit setelah keberangkatan, diduga akibat kebocoran mesin.

Baca Juga: Demo Pecah di Teharan Selagi Gencatan Senjata, Ribuan Warga Iran Turun ke Jalan Dukung Lawan Israel
Segera setelah tenggelam, Basarnas dan KSOP Tanjung Wangi merespons. Baik Basarnas maupun Polda Jatim menurunkan total sembilan kapal—termasuk KRI dan kapal Polairud—untuk pencarian 65 penumpang (53 penumpang & 12 awak kapal) serta 22 kendaraan.
Pencarian masih berlangsung di tengah gelombang 2–2,5 meter.
3. ASDP Pastikan Operasi SAR Lintas Ketapang-Gilimanuk Tetap Aman Meski Terjadi Kecelakaan
PT ASDP, sebagai penyedia layanan penyeberangan, menekankan operasi tetap berjalan lancar dan keselamatan penumpang tetap prioritas utama. Corporate Secretary Shelvy Arifin menegaskan: “Fokus utama kami mendukung proses evakuasi dan penyelamatan oleh otoritas berwenang, serta memastikan layanan penyeberangan tetap terkendali.”
Langkah ASDP juga termasuk menyampaikan imbauan kepada pengu
“Saat sedang berlayar, kapal mulai miring ke kanan. Tak lama kemudian air mulai masuk ke dek bawah. Para penumpang mulai panik, dan kru langsung memberi aba-aba evakuasi,” kata salah satu penumpang selamat, Dedi, 41 tahun.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, mengingat cuaca buruk memperburuk jarak pandang dan akses ke titik tenggelamnya kapal.
Kepala Basarnas Bali, I Made Sukarna, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan masih terus menyisir area sekitar lokasi kejadian. “Kami mengerahkan kapal cepat, penyelam, dan drone pencari untuk memaksimalkan pencarian.
Pemerintah daerah dan otoritas pelabuhan kini tengah berkoordinasi untuk proses pengangkutan logistik yang sempat tertahan akibat insiden ini.
Kementerian Perhubungan menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini, termasuk memeriksa kelayakan kapal, sertifikasi kru, serta sistem keselamatan di atas kapal. Tragedi ini memunculkan kembali kekhawatiran publik terkait keamanan transportasi laut, khususnya di jalur padat seperti Selat Bali.






