Mantap Mahasiswa USK Sapu Bersih Kompetisi Pemasaran Pertamina
INews Aceh Mantap Mahasiswa USK kembali mengharumkan nama almamaternya lewat ajang kompetisi pemasaran bergengsi “Aneuk Aceh Berani”, yang diselenggarakan oleh Pertamina Patra Niaga Aceh bekerja sama dengan Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh.
Sebanyak 70 tim dari berbagai perguruan tinggi di Aceh beradu ide kreatif untuk memasarkan produk Pertamina secara inovatif. Hasilnya, tim-tim dari USK mendominasi seluruh kategori juara.
Tim Bright Choice dari USK keluar sebagai Juara 1, dengan strategi pemasaran cerdas bertajuk “Empowering Bright Gas as a Modern Lifestyle Brand”. Strategi ini menekankan integrasi edukasi, digitalisasi, dan distribusi modern.
Tak hanya itu, Juara 2 dan posisi Top 6 nasional juga disabet tim-tim dari USK. Mereka menyuguhkan inovasi mulai dari peningkatan loyalitas konsumen Pertamax, hingga integrasi teknologi AI untuk pengguna aplikasi MyPertamina.
Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan menyebut kemenangan ini membuktikan kualitas mahasiswa Aceh dalam menghadirkan solusi pemasaran yang berdampak langsung ke masyarakat.

Baca Juga: Aceh Tamiang Bermain Imbang, Jadi Bahan Evaluasi Jelang
Mantap Mahasiswa USK Kuasai Panggung Pemasaran: Dari Ide hingga Inovasi Digital untuk Pertamina
Saat ide-ide besar bertemu semangat muda, lahirlah terobosan nyata.
Bukan hanya satu, tapi tiga tim dari USK berhasil menembus garis finis dengan gelar membanggakan: Juara 1, Juara 2, dan finalis Top 6 nasional. Dari strategi lifestyle Bright Gas, loyalty marketing untuk Pertamax, hingga AI co-pilot untuk aplikasi MyPertamina—semua datang dari kepala dan tangan kreatif mahasiswa USK.
“Kami nggak hanya bikin strategi di atas kertas, tapi juga memikirkan dampak sosial dan keberlanjutan,” ujar Naila Rizqa, anggota tim Bright Choice.
Ini bukan sekadar kompetisi.
Kemenangan Mahasiswa USK: Simbol Kebangkitan Inovasi Mahasiswa Aceh
Keberhasilan mahasiswa USK merajai kompetisi pemasaran Pertamina “Aneuk Aceh Berani” adalah sinyal positif dari dunia pendidikan tinggi Aceh.
Kemenangan ini menegaskan bahwa mahasiswa Aceh tidak kekurangan gagasan cemerlang, hanya perlu lebih banyak ruang untuk mengeksekusi.
Ini menjadi pesan kuat bagi kampus-kampus lain dan stakeholder industri: kolaborasi akademik dan praktis tidak lagi opsional, melainkan keharusan.





