Banda Aceh – Tokoh muda Aceh, Mulaem, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberlanjutan perdamaian di Tanah Rencong. Hal ini disampaikannya saat menghadiri forum diskusi publik terkait 20 tahun perdamaian Aceh, di mana ia menyatakan siap untuk mengawal 10 rekomendasi strategis yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Mulaem menekankan bahwa perdamaian Aceh bukan hanya hasil dari kesepakatan politik masa lalu, tetapi harus terus dijaga sebagai modal penting dalam membangun masa depan daerah.
Perdamaian sebagai Warisan dan Amanah
Menurut Mulaem, perdamaian Aceh merupakan warisan berharga yang harus dipelihara lintas generasi. Konflik berkepanjangan yang pernah melanda Aceh telah memberi banyak pelajaran, sehingga masyarakat tidak boleh lengah agar sejarah kelam tersebut tidak terulang kembali.
“Perdamaian adalah amanah yang harus dijaga bersama. Kita tidak boleh abai, karena dari sinilah lahir stabilitas yang memungkinkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujarnya.
10 Rekomendasi untuk Masa Depan Aceh
Dalam forum tersebut, lahir 10 rekomendasi strategis yang mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, hingga keadilan bagi korban konflik. Beberapa poin penting antara lain:
-
Penguatan implementasi MoU Helsinki,
-
Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui distribusi ekonomi yang adil,
-
Perlindungan hak-hak korban konflik,
-
Pemberdayaan generasi muda dalam pembangunan perdamaian,
-
Penegakan hukum yang berkeadilan, serta
-
Penguatan tata kelola pemerintahan daerah.
Mulaem menegaskan, dirinya bersama jaringan pemuda dan masyarakat sipil siap mengawal rekomendasi ini agar tidak hanya menjadi dokumen, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Baca juga: Wali Kota Banda Aceh segel penginapan langgar syariat Islam
Peran Generasi Muda dalam Menjaga Perdamaian
Mulaem menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan penjaga perdamaian. Menurutnya, anak muda Aceh harus dilibatkan dalam setiap proses perencanaan pembangunan, terutama yang berkaitan dengan penguatan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan keadilan sosial.
“Generasi muda jangan hanya jadi penonton. Mereka harus diberi ruang untuk berpartisipasi, karena merekalah yang akan mewarisi dan melanjutkan perdamaian ini,” tegasnya.
Harapan untuk Pemerintah dan Masyarakat
Mulaem berharap pemerintah daerah dan pusat dapat lebih konsisten dalam menjalankan komitmen yang tertuang dalam kesepakatan damai Aceh. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus menjaga persatuan, menghindari provokasi, dan aktif dalam kegiatan sosial yang memperkuat kohesi antarwarga.
“Kalau pemerintah konsisten dan masyarakat solid, saya yakin Aceh bisa menjadi contoh daerah yang berhasil bangkit dari konflik menuju kesejahteraan,” katanya.
Menatap Aceh yang Damai dan Sejahtera
Dua dekade perdamaian telah membawa banyak perubahan positif bagi Aceh. Namun, pekerjaan rumah masih banyak, mulai dari persoalan ekonomi, pembangunan infrastruktur, hingga keadilan sosial.
Dengan adanya komitmen tokoh-tokoh muda seperti Mulaem untuk mengawal rekomendasi keberlanjutan perdamaian, diharapkan Aceh semakin kokoh sebagai daerah yang damai, adil, dan sejahtera.
“Perdamaian ini harus terus dijaga, bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi untuk anak cucu kita di masa depan,” pungkas Mulaem.











