Aceh – Para perantau Aceh dari berbagai daerah di Indonesia menggelar pertemuan akbar di Jakarta. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi untuk mempererat persaudaraan, memperkuat jaringan, dan membahas kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh maupun daerah tempat mereka merantau.
Ajang Silaturahmi Perantau Aceh
Pertemuan ini dihadiri oleh ratusan anggota paguyuban perantau Aceh dari berbagai provinsi. Suasana kekeluargaan begitu terasa, dengan balutan nuansa budaya Aceh melalui kuliner khas dan penampilan seni tradisional.
“Kami ingin menjaga ikatan kekeluargaan sesama perantau Aceh, meskipun berada di tanah rantau. Melalui forum ini, kami juga bisa saling berbagi pengalaman dan informasi,” ujar salah satu pengurus paguyuban.
Bahas Peran Perantau untuk Pembangunan
Dalam forum diskusi, berbagai gagasan muncul mengenai peran perantau Aceh untuk mendukung pembangunan daerah asal. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan. Mereka menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas perantau.
“Perantau Aceh memiliki potensi besar, baik dari segi ekonomi maupun intelektual. Kami berharap kekuatan ini bisa dioptimalkan untuk membangun Aceh lebih maju,” kata seorang tokoh masyarakat Aceh di perantauan.

Baca juga: Kepala Dinkes Aceh dan Direktur RSUDZA serentak mengundurkan diri, ada apa?
Dukungan terhadap Generasi Muda
Salah satu isu penting yang dibahas adalah pemberdayaan generasi muda Aceh. Para perantau berkomitmen memberikan beasiswa, pelatihan keterampilan, serta membuka akses peluang kerja bagi anak-anak Aceh yang ingin berkembang di berbagai bidang.
“Generasi muda adalah harapan kita. Karena itu, kami ingin memberikan dukungan nyata agar mereka bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap salah seorang peserta pertemuan.
Harapan untuk Persatuan dan Kemajuan
Selain memperkuat jaringan antarperantau, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah untuk menjaga persatuan dan merawat identitas budaya Aceh. Dengan soliditas yang terbangun, para perantau optimistis bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.
“Semoga pertemuan ini membawa semangat baru, tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Aceh dan bangsa Indonesia,” pungkas perwakilan panitia.











