Banda Aceh — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan tambahan anggaran pembangunan sebesar Rp8 triliun untuk Aceh pada 2026. Selain itu, pemerintah pusat juga menyiapkan Rp2 triliun bagi program mantan kombatan GAM.
Ia menyampaikan informasi ini setelah menghadiri sidang paripurna DPR Aceh pada Jumat, 14 November 2025.

KUA–PPAS 2026 Disetujui Cepat
Sidang paripurna berlangsung di Gedung Serbaguna DPRA dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRA, Zulfadhli, AMD. Para wakil ketua, Sekda Aceh Muhammad Nasir, anggota Forkopimda, Kepala SKPA, dan tamu undangan turut hadir.
Selain itu, pembahasan berlangsung cepat karena seluruh fraksi telah mengetahui isi dokumen sebelumnya.
Dokumen tersebut memuat beberapa poin penting:
-
Pendapatan: Rp11,482 triliun
-
Belanja: Rp10,338 triliun
-
Dana abadi: Rp1,456 triliun
-
Silpa: Rp313 miliar
Sehingga total anggaran mencapai Rp11,795 triliun. Setelah penandatanganan selesai, rapat ditutup dengan doa dan pembacaan sholawat.
Baca Juga: Pengembalian Motor Curanmor, Polres Aceh Barat Tuai Apresiasi
DPR Sampaikan Aspirasi Tambahan
Setelah itu, beberapa anggota DPR Aceh menyampaikan interupsi untuk menambahkan aspirasi daerah.
Permintaan Perbaikan Jalan Krueng Mane–Sawang
Pertama, Tantawi dari Fraksi Demokrat meminta Gubernur memasukkan perbaikan jalan Krueng Mane–Sawang sepanjang 24 km. Ia menjelaskan bahwa kerusakan jalan semakin parah karena ratusan truk pengangkut pasir dan batu melintas setiap hari.
Usulan Pengerukan Muara Kuala Idi
Selanjutnya, Azhari M. Nur (Haji Maop) dari Fraksi Partai Aceh mengusulkan pengerukan Muara Kuala Idi. Kedangkalan muara membuat ratusan kapal nelayan kesulitan keluar ketika air surut. Selain itu, ia menekankan bahwa usulan tersebut sudah disampaikan berulang kali, namun belum memperoleh tindak lanjut dari instansi terkait.
Mualem Pastikan Aspirasi Akan Masuk Anggaran Tambahan
Menanggapi seluruh interupsi, Gubernur Mualem berdiri dan memberikan penjelasan. Ia memastikan bahwa pemerintah akan mengakomodasi seluruh aspirasi melalui tambahan anggaran dari Presiden Prabowo.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa semua kebutuhan masyarakat harus masuk dalam perencanaan pembangunan 2026.
Selain itu, Mualem juga menegaskan kembali adanya dukungan Rp2 triliun untuk mantan kombatan GAM pada tahun depan.
Baca Juga: Gelar Kehormatan untuk Tito Karnavian dari Wali Nanggroe
Pertemuan Khusus dengan Presiden
Selanjutnya, Mualem menjelaskan bahwa ia menerima informasi tambahan anggaran setelah bertemu langsung dengan Presiden Prabowo pada Kamis, 13 November 2025. Pertemuan tersebut berlangsung dengan fokus membahas berbagai persoalan Aceh.
Sebagai hasilnya, Presiden meminta Menteri Keuangan untuk menindaklanjuti penambahan dana bagi Aceh.
Setelah itu, Gubernur menginstruksikan Sekda Muhammad Nasir dan Kepala BPKA Reza Saputra agar segera menindaklanjuti proses administrasi di Kemenkeu.
DPRA Sambut Positif Tambahan Anggaran
Di sisi lain, penjelasan Mualem mendapat tepuk tangan dari anggota DPRA dan para tamu undangan.
Ketua Komisi III DPRA, Hj Aisyah Ismail, berharap dana tambahan tersebut benar-benar membawa perubahan nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa tambahan anggaran harus mampu menurunkan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja sehingga masyarakat Aceh dapat hidup lebih sejahtera.











