ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menegaskan bahwa Pemerintah Aceh mempercepat pembangunan Terowongan Geurutee. Ia menyampaikan penegasan itu saat rapat paripurna DPR Aceh terkait penandatanganan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 di Ruang Serbaguna DPRA, Jumat (14/11/2025).
Mualem menjelaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memberikan dukungan langsung terhadap percepatan tersebut. Ia memperoleh komitmen itu setelah bertemu Presiden di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kamis (13/11/2025) malam.
“Terowongan Geurutee akan dipercepat, dan akhir 2028 harus siap. Warga dari kawasan Barat-Selatan tidak perlu lagi memutari gunung. Yang penting kebutuhan anggarannya sudah terpenuhi,” ujar Mualem.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tambah Anggaran Aceh Rp10 Triliun
Terowongan Geurutee Jadi Jalur Aman dan Strategis
Pemerintah Aceh menilai terowongan ini sangat penting karena jalur Geurutee saat ini memiliki tikungan tajam dan kondisi topografi yang membahayakan pengendara. Jalan tersebut sering menimbulkan kecelakaan, terutama saat cuaca buruk. Melalui terowongan baru, alur transportasi antara Aceh Besar dan Aceh Jaya akan menjadi lebih aman, cepat, dan stabil.
Gubernur Mualem Usulkan Perbaikan Empat Ruas Jalan Utama
Selain membahas terowongan, Mualem juga melaporkan pertemuannya dengan Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta. Dalam pertemuan itu, ia meminta percepatan penanganan empat ruas jalan penting di Aceh:
-
Jalan Langkahan – Paya Bakong (Aceh Utara)
-
Jalan Senggolan – Kutacane (Aceh Tenggara)
-
Jalan Pulau Tiga (Aceh Tamiang) – Pining (Gayo Lues)
-
Jalan Pameu (Aceh Tengah) – Geumpang (Pidie)
“Saya sudah mengajukan empat ruas jalan itu kepada Menteri PU. Kami meminta kementerian menelusuri proposalnya agar seluruh penanganan bisa berjalan pada 2026,” jelas Mualem.
Baca Juga: Pengembalian Motor Curanmor, Polres Aceh Barat Tuai Apresiasi
Arah Pembangunan Infrastruktur Aceh
Pemerintah Aceh menargetkan pembangunan Terowongan Geurutee dan perbaikan empat ruas jalan dapat meningkatkan konektivitas wilayah. Langkah ini juga diharapkan memperkuat sektor ekonomi, membuka akses kawasan yang selama ini sulit dijangkau, serta meningkatkan keselamatan pengendara.











